kursor

Dari : Situs Alfi

Kamis, 18 Desember 2014

Akademi Komunitas Negeri Sumenep

Akademi Komunitas Sumenep: Perguruan Tinggi Negeri Berbasis Keahlian di Sumenep






             Salah satu bentuk perguruan tinggi yang memberikan akses pendidikan untuk masyarakat secara luas adalah Akademi Komunitas, yang mengusung sebuah konsep pendidikan berbasis keahlian dengan mengangkat potensi lokal. Konsep ini merupakan salah satu konsep disparitas pendidikan dengan memperluas akses sampai ke akar-akar masyarakat di daerah dan memberikan peluang peningkatan keahlian masyarakat dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip perguruan tinggi. Dengan konsep ini, pendidikan tinggi tidak lagi tersentral di pusat namun tersebar dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas. Peluang besar yang ada di dalam Akademi Komunitas ini memang belum banyak disambut baik oleh para pemegang kekuasaan di daerah. Namun setidaknya ada beberapa daerah yang menyambut terbuka berdirinya Akademi Komunitas dengan harapan akan mengangkat potensi daerah, karena bagaimanapun juga adanya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di sebuah daerah merupakan sebuah mercusuar yang akan membawa kemajuan untuk daerah tersebut. Salah satu daerah yang menyambut baik dan terbuka berdirinya Akademi Komunitas adalah Sumenep, Madura.
           Sumenep sebagai sebuah kota yang berada di ujung timur Pulau Madura, menjadi salah satu daerah yang berani menangkap peluang terbukanya pendidikan tinggi melalui Akademi Komunitas. Pemerintah Daerah Sumenep melalui Dinas Pendidikan Daerah memberikan konstribusi yang besar dalam pengembangan Akademi Komunitas dengan memberikan tidak hanya fasilitas, namun juga beasiswa untuk para mahasiswanya. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Pada akhirnya diharapkan akan membawa kemajuan daerah. Hal ini bisa dilihat dari para mahasiswanya ternyata tidak hanya diisi oleh kalangan muda, bahkan mereka yang sudah berumur namun masih ingin meningkatkan kompetensinya terlihat begitu antusias mengikuti pendidikan di Akademi Komunitas Sumenep.
           Pendidikan adalah hak semua warga negara. Pemerintah memang sewajarnya membuka akses pendidikan seluas-luasnya untuk masyarakat, tidak hanya pada pendidikan dasar dan menengah namun juga pendidikan tinggi. Keberadaan Akademi Komunitas merupakan salah satu cara untuk membuka akses lebih luas pendidikan tinggi pada masyarakat. Pada akhirnya dengan meningkatnya pendidikan masyarakat dan diiringi peningkatan kompetensi akan membawa peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

PENDIRIAN AKADEMI KOMUNITAS NEGERI SUMENEP,  Tonton DISINI





















Senin, 15 September 2014

SIAPA YANG TERLIBAT DALAM IMK

IMK merupakan subyek multi disiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu. Designer sistem interaktif yang ideal harus memiliki keahlian diberbagai bidang seperti :
  1. Psikologi dan ilmu kognitif yang memberikan dasar pengetahuan mengenai persepsi user,kognitif, kemampuan memecahkan masalah.
  2. Ergonomi yang memberikan dasar pengetahuan mengenai kemampuan/karakteristik fisik user.
  3. Sosiologi yang membantu pemahaman mengenai konsep interaksi secara luas.
  4. Ilmu komputer dan teknik rekayasa untuk membangun teknologi yang dibutuhkan.
  5. Bisnis yang memberikan pengetahuan agar mampu memasarkan hasil.
  6. Desain grafis agar mampu untuk menghasilkan presentasi yang efektif mengenai  interface.
  7. Technical writing agar mampu membuat manual.
  8. Dan lain-lain.

Minggu, 14 September 2014

Pengertian dan Tujuan IMK

MENGAPA DAN APA ITU IMK ?
IMK atau Interaksi Manusia dan Komputer (human–computer interaction) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan elektronik. Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan. Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.


Tujuan utama IMK adalah untuk:
1.  Membuat sistem yang lebih:
                     Berguna (usable)
                     Aman
                     Produktif
                     Efektif
                     Efisien
                     Fungsional
2.  Meningkatkan interaksi antara manusia dgn sistem komputer
Sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency). Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga. Sedangkan Ketergunaan (usability) disini dimaksudkan bahwa sistem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan mudah dipelajari baik secara individu ataupun kelompok. Utilitas mengacu kepada fungsionalitas sistem atau sistem tersebut dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerjanya.